Sabtu, 17 Maret 2012

Efek Terlalu Sering Di Depan Komputer Bagi Kesehatan

info-utama.blogspot.com

Bagaimana dampak negatif bagi kesehatan jika kita terlalu sering didepan komputer ? lantas apa yang harus kita lakukan agar kita terhindar dari dampak negatif tersebut ? berikut ulasan selengkapnya !

Komputer adalah sebuah alat yang sudah kita kenal yang fungsinya sangat banyak, namun dari fungsi nya yang sangat banyak ada dampak yang positif dan dampak negatif nya.

Pada prinsipnya teknologi ini berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia agar dalam kehidupannya dapat lebih mudah berkomunikasi ataupun melakukan sesuatu. Namun dari segala efek positif yang diterima oleh manusia terdapat pula berbagai efek negatif, baik secara fisik dan mental.


Lalu apa pengaruh negatifnya?


Gangguan saraf pada jari

Apakah Anda pernah merasa kesulitan menggerakkan jari-jemari Anda setelah Anda mengetik beberapa naskah? Kalau ya, tahukah Anda apa penyebabnya? Hal ini karena benjolan di sendi jari Anda. Fleksibiltas tendon jari melonggar, akibatnya ada kecenderungan bahwa jari-jari Anda seperti “terkunci” dan terbuka kembali dengan bunyi suara “krek”.


Bahu nyeri

Ini merupakan gangguan gaya hidup pada profesi apapun yang berhubungan dengan komputerisasi. Sebelumnya orang membawa tas kerja atau folder ke kantor, sekarang tas berisikan laptop yang beratnya melampaui titik ketegangan otot bahu. Hasilnya adalah rasa sakit yang parah pada bahu sehingga terasa nyeri dan berbekas warna merah.


Postur tubuh membungkuk

Dapatkah Anda duduk lurus selama delapan jam dalam sehari? Hal ini sangat sulit. Kecenderungan tubuh akan membungkuk atau menetapkan ke posisi yang lebih nyaman. Hasilnya adalah gangguan pada postur tubuh yang memburuk.


Mata kering

Tidak masalah jika Anda mengenakan kacamata anti-silau, pandangan mata yang buruk adalah dampak dari pekerjaan yang mengharuskan menatap layar menyala terus-menerus. Ketika menatap layar, kita cenderung berkedip lebih sedikit daripada waktu yang normal atau dari yang seharusnya. Jika mata kering dan Anda secara tak sadar sering kali menggosoknya, dapat menyebabkan masalah serius di kemudian hari.


Impotensi

Jangan terkejut! Impotensi adalah bahaya pekerjaan yang umum pada dewasa ini. Jika Anda menjaga laptop secara langsung di pangkuan, maka Anda telah membunuh cukup sperma. Maka dari itu, selalu gunakan papan atau baki untuk melindungi organ reproduksi Anda dari kerusakan atau ini bisa menjadi penyebab impotensi setelah digunakan berkelanjutan.


Efek lainnya sebagai berikut :


1. Radiasi Monitor

Mata adalah organ tubuh yang paling mudah mengalami penyakit akibat kerja, karena terlalu sering memfokuskan bola mata ke layar monitor. Tampilan layar monitor yang terlalu terang dengan warna yang panas seperti warna merah, kuning, ungu, oranye akan lebih mempercepat kelelahan pada mata. Selain dari itu, pantulan cahaya (silau) pada layar monitor yang berasal dari sumber lain seperti jendela, lampu penerangan dan lain sebagainya, akan menambah beban mata. Pencahayaan ruangan kerja juga berpengaruh pada beban mata. (1,3)Pemakaian layar monitor yang tidak ergonomis dapat menyebabkan keluhan pada mata. Berdasarkan hasil penelitian, 77 % para pemakai layar monitor akan mengalami keluhan pada mata, mulai dari rasa pegal dan nyeri pada mata, mata merah, mata berair, sampai pada iritasi mata bahkan kemungkinan katarak mata.


Bila operator komputer menggunakan soft lens (lensa mata), kelelahan mata akan lebih cepat terasa, karena mata yang dalam keadaan memfokuskan ke layar monitor akan jarang berkedip sehingga bola mata cepat menjadi kering dan ini menyebabkan timbulnya gesekan antara lensa dan kelopak mata. Ruang berpendingin (AC) akan lebih memperparah gesekan tersebut, karena udara ruangan ber AC akan kering sehingga air mata akan ikut menguap. Menurut hasil penelitian yang penulis lakukan, untuk operator komputer yang bekerja 8 jam per hari terus menerus, ternyata radiasi yang keluar dari komputer (khususnya sinar-X) sangat rendah yaitu sekitar 0,01739 m Rem per tahun. Harga tersebut jauh lebih rendah dari pada radiasi yang berasal dari sinar kosmis dan dari radiasi bumi (terresterial radiation) yang berkisar 145 m Rem per tahun. Sedangkan laju dosis radiasi yang diizinkan untuk masyarakat umum adalah 500 m Rem per tahun


Akhir-akhir ini banyak dijual kaca filter untuk layar monitor yang dipromosikan sebagai filter radiasi yang keluar dari komputer.kaca filter yang dijual di pasaran lebih sesuai sebagai filter kesilauan (glare) dari cahaya layar komputer, bukan sebagai filter radiasi. (2)


2. Terganggunya Syaraf

Printer yang menggunakan sistim buble jet kebisingannya relatif lebihrendah bila dibandingkan dengan printer sistim dot matrix. Saat ini printer yang paling rendah kebisingannya adalah sistim laser printer. Kebisingan yang tinggi dapat mempengaruhi syaraf manusia dan hal ini dapat berakibat pada kelelahan maupun rasa nyeri. Adapun batas kebisingan yang diizinkan untuk bekerja selama kurang dari 8 jam per hari adalah 80 dB. Sedangkan ruang kerja yang ideal adalah dengan kebisingan sekitar 40 - 50 dB. Apabila di dalam ruang kerja terdapat mesin pendingin (AC), maka kebisingan akan bertambah selain dari suara printer.


3. Repetitive Strain Injury (RSI)

RSI merupakan sebuah terminologi yang mengacu pada beberapa variasi keluhan kerangka otot (musculoskeletal). Ini menyangkut keluhan yang dikenal dengan sakit urat otot. RSI meliputi gangguan lengan atas berkaitan dengan kerja (Work-Related Upper Limb Disorders) dan luka penggunaan berlebihan yang berhubungan dengan kerja (Occupational Overuse Injuries).


Keluhan ini terutama diderita oleh para pekerja dengan posisi duduk yang statis saat menggunakan komputer atau menggunakan gerakan tangan yang berulang (repetitive) setiap hari, beban kerja yang statis (seperti menggenggam mouse), membiarkan lengan membengkok, dan sejenisnya dalam waktu yang cukup lama. Ini akan bertambah buruk jika tempat kerja tidak didesain secara ergonomis, misalnya posisi keyboard dan layar monitor yang terlalu tinggi atau terlampau rendah, kursi tidak menopang badan untuk duduk tegak, dan sebagainya.
Hal ini akan semakin parah bila ditambah lingkungan kerja yang kurang bergerak, kurang istirahat, mengandung stress tinggi dengan deadline dan laporan rutin serta lainnya. Apalagi jika Anda perokok, menderita kegemukan (obesitas), lemah otot, memiliki tangan yang terasa dingin serta kurang berolah raga.


Gejala awal RSI dapat muncul pada berbagai tempat dari pangkal lengan hingga ke ujung tangan. Gejala yang menjadi tanda peringatan menyangkut:

• Kesulitan membuka dan menutup tangan
• Otot tangan terasa kaku (misalnya hingga kesulitan mengancing baju)
• Kesulitan menggunakan tangan (untuk membalik halaman buku, memutar tombol, memegang mug)
• Bangun dengan rasa sakit di pergelangan tangan atau mati rasa di tangan, terutama di awal pagi hari
• Tangan terasa dingin
• Tangan gemetar (tremor)
• Tangan terasa canggung, bergetar atau bahkan mati rasa.


Bagimana cara mengurangi dari efek radiasi komputer tersebut ? berikut beberapa tips untuk anda :

• Jaga jarak komputer dengan mata Anda, minimal 50 cm.
• Atur posisi monitor, sehingga atas monitor sejajar dengan mata Anda.
• Atur pencahayaan sehingga tidak ada pantulan cahaya yang menyilaukan.
• Berkediplah lebih sering untuk menjaga mata agar tidak kering (minimal 5 menit sekali).
• Gunakan filter monitor yang bagus untuk mengurangi radiasi.
• Sekali-kali menolehlah ke arah pandangan yang jauh untuk mengendurkan ketegangan di mata.
• Setiap 2 – 3 jam, beristirahatlah sekitar 10 menit untuk mencegah keletihan mata dan juga badan dari radiasi (misalnya, pergi ke kamar kecil).
• Jika anda sering menggunakan komputer milik orang lain yang tidak ada filter monitornya (misalnya anda presentasi di tempat lain), cobalah pakai kacamata dengan lensa khusus untuk mengurangi radiasi komputer.
• Makanlah vitamin A agar mata anda senantiasa sehat. Vitamin A bisa dari wortel, susu, sayuran berwarna hijau, dan sebagainya.
• Ada baiknya jika anda mengganti monitor CRT anda yang tebal dengan monitor LCD yang lebih tipis. Karena monitor LCD selain pemakaian wattnya lebih kecil ( hanya 60% dari CRT) juga radiasinya lebih rendah. Jadi lebih aman bagi mata anda.
Jauhkan komputer kurang lebih 20-30 inci atau sekitar panjang lengan dari mata Anda. Usahakan agar monitor sejajar dengan arah pandang mata Anda.
• Atur cahaya monitor agar tidak terlalu silau atau terlalu redup. Jika cahaya terlalu terang, gunakan filter atau pelindung anti-silau. Jangan lupa untuk mengatur brightness untuk mendapatkan kontras yang tepat antara huruf dan latar belakang. Jika melihat adanya flicker pada layar komputer, sebaiknya segera ganti monitor Anda.
• Gunakan kursi yang dapat diatur tinggi-rendah dan senderan punggungnya. Selain itu, gunakan juga alas kerja atau meja yang stabil dan tidak mudah goyah.
• Miringkan layar monitor ke arah belakang sebanyak 19 hingga 20 derajat. Hal ini berguna untuk mendapatkan jarak pandang yang optimal.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Tambahan: Tips Hindari Mata Lelah Di Depan Monitor :

1. Jaga jarak mata pada monitor.

Pastikan jarak anda dengan monitor sesuai dengan yang disarankan oleh para ahli mata, jarak aman antara mata dan monitor yaitu 20-40 inci (50-100 cm) dari mata. Jika terlalu dekat berbahaya juga untuk mata oleh sebab itu perhatikan posisi duduk anda dengan monitor tersebut, seandainya masih kesulitan melakukan aktivitas kerja seperti membaca padahal sudah berada pada jarak ideal coba lakukan dengan membesar ukuran fontnya sehingga kita merasakan nyaman saat melakukan aktivitas di depan komputer.


2. Gunakan LCD, singkirkan CRT

Hal ini berhubungan dengan alat atau piranti hardware anda, saat ini perkembangan teknologi sangat tinggi, apalagi untuk monitor komputer hampir sebagian besar menggunakan layar LCD. Oleh sebab itu gunakan piranti LCD dibanding CRT, CRT merupakan monitor tabung yang memberikan efek yang kurang baik untuk mata selain itu CRT membutuhkan energi listrik sangat besar. Perbandingannya satu monitor CRT sama saja menggunakan lima monitor LCD, atau solusi yang lain jika masih menggunakan CRT yaitu menggunakan filter anti radiasi hal ini untuk meminimalisir pandangan langsung terhadap monitor.


3. Setting monitor

Monitor yang ada saat ini banyak menyediakan preset display mode sehingga dapat memudahkan kita mengganti setting pada layar monitor, termasuk memberikan level pada brightness dan hal ini juga harus disesuaikan dengan kenyamanan penggunanya.


4. Pakai kacamata anti radiasi

Tips keempat ini memang merupakan saran akan tetapi ada baiknya jika anda memiliki cukup biaya untuk membeli kacamata anti radiasi. Kacamata anti radiasi dapat dikatakan relatif mahal tapi efektifitas dalam fungsinya sangat berguna bila kita menggunakan komputer yang berbeda. Kacamata anti radiasi dapat dibawa kemana-mana selain itu dapat berfungsi bukan hanya melindungi mata dari monitor akan tetapi dari cahaya lampu mobil, radiasi tv dan lainnya.


5. Istirahatkan mata secara berkala tiap 2 jam sekali

Berikutnya cara termudah yang kita dapat lakukan yaitu mengistirahatkan mata secara berkala, sehingga tidak terus difokuskan pada pekerjaan di depan monitor, setidaknya membutuhkan lima hingga 10 menit untuk melakukan istirahat terhadap mata. Bukan hanya istirahat saja, anda dapat melakukan aktifitas penyegaran mata dengan melihat sekitar kita sebagai alihan normalitas pada mata atau dapat dilakukan juga dengan mencuci muka supaya kita merasa segar.

Moga bermanfaat :-)

◄ Newer Post Older Post ►