Rabu, 07 Maret 2012

WIWITAN TRADISI SAMBUT PANEN

Wiwitan, Tradisi Sambut Panen
indosiar.com, Sleman - (Rabu, 07.03.2012) Indonesia memang negara yang kaya budaya. Banyak sekali tradisi yang dilakukan berkaitan dengan momen penting ada yang berkaitan dengan kelahiran termasuk juga soal panen. Kalau panen tiba diberbagai daerah ada cara-cara untuk merayakanya. Nah di kampung Plosokuningan di Sleman, Yogyakarta caranya adalah dengan melakukan tradisi wiwitan. Inilah arak-arakan warga kampung Plosokuning, Minomartani, Nganglik, Sleman, Yogyakarta dalam tradisi wiwitan atau upacara selamatan sebagai ungkapan syukur para petani sebelum memulai panen padi. Dengan membawa berbagai sesaji termasuk nasi tumpeng berikut lauk pauk termasuk ayam serta hidangan wajib dalam tradisi wiwitan yaitu sambel gepeng dan ikan asin, warga bergegas menuju persawahan yang akan memasuki masa panen. Arak-arakan berhenti di tengah sawah. Seorang pemuka adat selanjutnya memimpin prosesi wiwitan yang dimulai dengan membakar kemenyan dengan maksud untuk mengusir roh jahat. Prosesi dilanjutkan dengan mengambil beberapa butir padi yang akan disimpan untuk dijadikan bibit pada musim tanam selanjutnya. Puncaknya pemuka adat kemudian menyiram air sumber ke tanaman padi dengan harapan agar panen melimpah. Tradisi wiwitan ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dan bertujuan sebagai ungkapan syukur kepada sang Pencipta. Setelah semua prosesi selesai dilanjutkan dengan acara kenduri bersama. Seluruh warga yang hadir kemudian mendapatkan nasi berikut dengan lauk pauk sebagian warga langsung menyantapnya di tengah sawah. Bagi warga Plosokuning, tradisi wiwitan merupakan ajaran leluhur yang dinilai positif untuk terus dilestarikan, mengingat mensyukuri hasil panen merupakan bagian dari ungkapan syukur kepada sang Pencipta. (Sudaryono/Sup)
◄ Newer Post Older Post ►